Friday, August 2, 2019

Perlukah untuk Mendatangkan Rektor dari Luar Negeri ?


Wacana pemerintah yang jauh ini akan bergulir tentang untuk mendatangkan rektor dari luar negeri untuk di tempatkan di beberapa PTN indonesia memang bukan hal yang baru isu ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2016 silam , tetapi beritanya sempat hilang dari peredaran dan mulai muncul lagi beberapa pekan terakhir unruk melalui pernyataan jokowi yang ditegaskan di kemenristekditi bahwa di tahun 2020 mendatang akan mencanangkan program rektor dari luar negeri .

Pro kotra ini pun tidak dapat di hindari banyak pihak menyayangkan bila wacana ini memang benar akan di realisasikan . salah satu nya keberatannya , orang asing ini belum tentu memahami betul diamika akademik yang perkembangan ilmu pengetahuan di indonesia . banyak dosen dan guru besar yang ingin menjadi rektor PTN pilihan yang pupus sudah harapan nya , belum lagi soal syarat-syarat  birokrasi yang sudah menjadi rektor , syarat mutlak nya adalah warga negara indonesia . 

Keberatan yang di layangkan di berbagai pihak yang sebenarnya wajar saja jika mengingat opsi yang mendatangkan rekor dari warga yang asing memang terksesan berlebihan di buat . kita ini pada dasarnya tidak akan kekurangan orang pintar harus repot-repot mengimpor orang asing untuk menduduki jabatan elit di perguruan tinggi .

Bila menengok alasan pemerintah sendiri yang mendatangkan rektor dari luar negeri bukan hanya karena kebutuhan tetapi jugaharus bila ingin menjadi negara penghasil SDM yang terbaik dan memuliki saya dunia , prestasi perguruan tinggi jita memang melempam di tingkat internasional nya lemah nya penelitian yang bermutu , kurang nya karya ilmiah berbobot dan minim nya daya kreativitas guru besar dalam mengelola perguruan tinggi khususnya PT swasta yang banyak bermunculan . 

Mengingat salah satu terpenting bila kampus yang berkualitas adalah dengan memperbanyak karya ilmiah selain di perbanyak hasil penelitian nya yang harus bermutu dan bukan sekedar menulis karya ilmiah untuk memenuhi kewajiban seorang dosen yang telah ingin naik jabatan untuk sekedar menulis saja , orang yang tidak mau membaca karena sudah di sadari awal kali bahwa hasilnya akan itu-itu saja .

Disebagian besar kampus yang memiliki program magister yang ada aturan baru yang mengharuskan mahasiswa untuk menulis jurnak ilmiah sebelum mereka lulus . inilah menjadi prasyarat untuk dapat melaksanakan wisuda nya , tetapi aturan ini tidaklah lantas akan mudah untuj membalikkan keadaan dan memperbaiki kualitas perguruan tinggi nya . banyak di antara mahasiswa juga asal-asalan dalam waktu menulis nya , yang penting dapat terbit lah di jurnal dana memenuhi syarat kelulusan nya .

Saya masih ingat beberapa waktu yang lalu , ada salah satu seorang teman saya yang merupakan dosen kampus swasta nya di perguruan tinggi di jawa timur , menghubungi saya untuk meminta bantuan untuk di buatkan karya ilmiah yang kemungkinan karya itu nanti akan di beli dengan sesuai kesepakatan saya sendiri juga tahu betul akademik di kampus itu baru-baru ini lah ahli dari sekolah tinggi yang menjadi institut , artinya dosen di dorong untuk lebih giat lagi untuk menulis karya ilmiaghyang bertanggungjawab akademis .

Dalam kasus ini sayang yang menolak keras untuk membantu dia meski teman akrab nya , bukan karena tidak mau menolong teman atau apa karena semata-mata karya ilmiah ini harusah di tulis untuk orang nya sendiri dan merupakan karya orisinal yang paling tidak menjadi contoh kecil bahwa di luar sana masih banyak sekali doesn yang tidak mampu menulis karya akademik .

Bila tujuan ideal dari pemerintah ini untuk mendatangkan rektor dari luar negeri nya , maka hal ini juga boleh di coba untuk mengingat banyak negara-negara luar seperti singapura , cina atau arab saudi , jika telah melakukan dan hasil nya bagus , yang dulu hampir semua perguruan tinggi nya kurang di hargai , mereka sadar betul dengan ketertinggalan dan mencoba memperbaikinya dengan menghadirkan tenaga ahli di luar .

Masalah yang sering juga di perguruan tinggi indonesia adalah soal birokrasi kampus ini yang berkaitan dengan manajemen yang berbeli-belit tentang berbagai urusan . dalam soal mengupayakan pendidikan yang terbaik kita emmang seharus nya perlu terbuka dari siapa saja yang kita butuhkan dan dapat membantu kita . bila kita upayakan adalah memperbaiki perguruan tinggi dalam negri , maka proyeksi itu yang di butuhkan juga relatif panjang . 



No comments:

Post a Comment