Monday, April 1, 2019

CEBONGNYA PEKOK, KAMPRETNYA GOBLOK

CEBONGNYA PEKOK, KAMPRETNYA GOBLOK



Debat keempat Capres Pilpers 2019 yang mempertemukan prabowo dan jokowi menang sudah selesai dari kemarin malam . namun debat sebenarnya yang mempertemukan cebong dan kampret masih berlangsung . Setidaknya itulah yang bisa di lihat di temlen sosial media .

Bagi para pendukung prabowo , tentu saja agumen-argumen yang di sampaikan oleh prabowo diterima sebagai argumen unggulan dan bermutu yang di anggap mengalahkan jokowi secara telak . argumen jokowi dianggap mampu membacok argumen-argumen prabowo .

Sudah bukan rahasia lagi bahwa dalam debat capres semalam , pemenangan bukan jokowi ayau prabowo tapi para pendukungnya yang bebas mengglorifikasi kemenangan idola mereka . Dan seperti biasa dalam perdebatan tentang pertarungan debat oleh para cebong dan kampret selalu saja muncul kebodohan-kebodohan dasar yang membacanya .

Di temlen saya misalnya , muncul postingan dari seorang pendukung prabowo dengan follower puluhan ribu yang berisi video saat jokowi menjelaskan tentang indeks persepsi korupsi . "perlu saya sampaikan kepada pak prabowo bahwa korupsi kita di tahun 98 itu negara kita terkorup di asia . saya ingat betul pak .

Pernyataan jokowi tersebut oleh si empunya  postingan di narasikakn sebagai sebuah kebohongan . ia mengira data tentang tahun 98 sebab ia baru lahir pada 2001 . postingan tersebut di retweet dan di like oleh ribuan orang .

Tentu saja saya prihatin . betapa bodohnya ia mudah di ikuti dan diamini oleh banyak orang , jokowi mengatakan pembohong hanya karena menyebut KPK yang lahir tahun 2001 memberitahunya data tentang indeks persepsi korupsi indonesia tahun 98 itu .

Logikanya begini , saya punya buku RPUL di dalam nya ada terdaftar juara All-England dari tahun 1900 . padahal RPUL saya itu terbitan 1997. atau contoh yang lebih ekstrem Al-Quran baru turun di masa bani muhammad .

Sayang , logika berpikir sederhana seperti itu ternyata sulit di mengerti oleh banyak orang . Hal tersebut juga terjadi pada para pendukung jokowi . Sekali lagi ini bukti betapa masih banyak masyarakat kita yang masih susah untuk mengolah informasi tekstual .

Tentu saja yang di maksud prabowo adalah ilmu perang ribuan tahun yang ia pelajari . Namun sekali-lagi kebencian pada salah satu capres memang menjadi penghambat besar pada arus kecerdasan seseorang .







No comments:

Post a Comment