Sunday, March 31, 2019

CATATAN PERJALANAN NAIK BUS SUGENG RAHAYU DARI BANDUNG MENUJU YOGYAKARTA

CATATAN PERJALANAN NAIK BUS SUGENG RAHAYU DARI BANDUNG MENUJU YOGYAKARTA



"Sebuah panduan ketika anda naik bus sugeng rahayu . supaya perjalanan tetap nyaman dan tak njemplik ketika menerjang aspal nggronjal" . Sebenarnya saya sudah lama ngidam naik bus trayek surabaya-bandung (PP) . seringnya naik jurusan yogyakarta arah surabaya atau solo arah semarang dengan PO (perusahaan otobis) yang sama . 

Sugeng Rahayu , merupakan metamorfosis dari sumber kencono . sumber kencono sekarang dikenal dengan nama sumber group yang menaungi sumber selamat dan sugeng rahayu . sumber selamat di kelas ATB , AC tarif biasa atau kelas ekonomi .

Sementara itu , Sugeng Rahayu bermain di ATB dan PATAS cepat . sudah tidak asing dengan nama-nama bus itu ? mereka masih saudara sepergasian banyak yang mencaci tapi banyak juga yang memuji . tapi saya sudah bosan membahas soal begituan . sudah standar kalau bus itu harus cepat . ngebut dan ugal-ugalan relatif .

Setelah tinggal sebulan di cirebon , sebenarnya tujuan utamanya langsung pulang ke yogyakarta . karena dulu ingat sugeng rahayu trayek bandung-surabaya . Pagi hari saat di bandung , saya menelepon agen yang ada di terminal cicaheum untuk cek kursi . katanya masih banyak yang kosong . bus terakhir di jadwalkan berangkat jam 17:30 . sebelum magrib jam 19:00 saya sudah tiba di terminal .


Ya sudah , saya langsung nebus kursi yang masih kosong ini dengan RP 125ribu plus dapat bukti pemesanan yang nanti di tukar dengan karcis coret kepada kondektur bus . Sugeng Rahayu terlambat tiba di terminal cicaheum . menurut agen , terlambat karena ada kemacetan di daerah cibiru soalnya itu ada adalah hari pertama di tahun 2017 .

Sugeng rahayu masuk terminal kurang lebih pukul 18.00 calon penumpang langsung menggruduk semacam rebutan naik . padahal sudah ada jatah kursi masing-masing . Saya berharap dapat sugeng rahayu dengan karoseri bikinan laksana . Sugeng Rahayu yang tibda di terminal menggunakan chassis hino RK8-R260 (JO8E-UF) 250 PS , diesel 5 stroke , 7 silinder inline turbocharger intercooler dengan balutan body jetbus 2+ SHD .

Kenapa istimewa ? nanti saudara saya kasih tahu eksterior memang tidak bisa di bilang jelek . tapi bagus juga tidak begitu bagus . double glass pada wind shield menjadi tren bus beberapa tahun ini . 
Di kabin terdapat sekat yang memisahkan ruang kru dan penumpang . di bagian sekat menghadap ke kursi penumpang setelah naik melewati ruang kru dan melangkah masuk ke kabin penumpang , kesan pertama yan nampak bagasi kabin mirip seperti kabin pesawat terbang .

Terdapat colokan listrik dalam bagasi kabin . yang bisa menjadi sebab peperangan antar-penumpang karena harus gantian menggunakan nya . Setelah memastikan kursi , saya memutuskan melihat-lihat sekeliling ada toilet kecil di samping kiri saya , hanya terpisah lorong . 

Di bagian paling belakang bus . di belakang bus ada toilet dan belakang kursi penumpang paling belakang terdapat tirai setelah saya buka ternyata disana terdapat ruang untuk istirahat kru (sopir pengganti) berisi matras yang tebal .

Sudah puas celingak-celinguk , akhirnya saya duduk di kursi yang sudah saya beli . kursi ini nyaman , recleaning seat , sandaran bisa di turunkan , kursinya hampir sesuai dengan postur punggung , jadi tidak terlalu kaku . Pukul 21:00 bus di berangkatkan , ini moment yang saya tunggu-tunggu , merasakan guncangan sugeng rahayu saat di jalan raya .

Kondektur mulai mengecek bukti pemesanan dan menukarnya dengan karcis coret setelah selesai , bliyo membagikan sebotol air mineral kepada masing-masing penumpang , kondektur selesai dengan tugasnya . kembali keruang kru , dan mematikan lampu kabin penumpang .

Selama hampir 2 jam perjalanan , sugeng rahayu masih berjalan standart dan perlahan karena padatnya kendaraan dan sempitnya jalan . mesin meraung dan sayup-sayup terdengar suara turbo yang mendesak udara melewati intercooler sebelum masuk ke ruang bakar .

Walaupun saya berada di kursi belakang dekat mesin , suara mesin memang masih terdengar , tapi tidak seberisik PO lain dengan karoseri yang lain pula . saat melahap jalan aspal yang tidak begitu bagus , sugeng rahayu masih anteng-anteng saja , 
Kenapa istimewa ? sebenarnya , seri Hino RK8 masih menggunakan suspensi daun/per daun , atau leaf spring sehingga terasa rigid .

Hino , yang sudah menggunakan suspensi udara asli bawaan pabrik adalah seri RN-285 dan RM-380 . beberapa sopir yang mengemudikan hino RN mengaku tariknya lemot dan akselerasinya tidak begitu bagus . 

Selama dalam perjalanan dengan sugeng rahayu masalah yang timbul sebenarnya masalah sederhana tapi bikin basah . Bagaimana tidak , setiap penumpang yang ke toilet ada dua masalah yang di hadapi . pertama , banyak penumpang yang kesulitan membuka pintu toilet . namun saat bus berjalan penerangan remang-remang menjadi kendala saat harus membaca petunjuk manual membuka pintu toilet .

Kedua , lampu toilet hampir semua penumpang yang ke toilet mengeluh gelap . termasuk saya berkali-kali saya mencari saklar lampu saya gerayangi bagian dalam toilet tapi tidak ketemu . 
Saat kondektur mengecek penumpang hingga ke belakang saat itulah saya beranikan diri bertanya , pak la,pu toilet mati yah ?

Untuk saudara-saudara yang menggunakan bus dengan fasilitas maem-macem , tidak ada salahnya untuk celingak-celinguk dulu dengan keadaan sekitar .



No comments:

Post a Comment