Monday, July 15, 2019

NGGAK PERLU KEBANYAKAN MINTA MAAF PADA HAL YANG BUKAN KESALAHANMU

NGGAK PERLU KEBANYAKAN MINTA MAAF PADA HAL YANG BUKAN KESALAHANMU



Kenapa kita harus meminta maaf dengan orang lain atas hal yang memang bukan sebuah kesalahan kami ? misalnya dimana letak kesalahan dari rambut yang sangat lepek ? 

Saya benar-benar tidak paham dengan orang di instagram yang keseringan minta maaf untuk sesuatu hal yang sebetulnya bukanlah kesalahan . apalagi sebuah kesalahan yang telah mereka lakukan , tidak sedikit dari mereka yang menyatakan permintaan maaf nya dalam bagian dari instastory nya . namun terlalu sering di ulang , misal nya 

"Duh , maaf ya teman pipiku kelihatan sangat gede."

"Maafin aku yah gais rambut ku semakin lepek."

"Sorry ya muka ku seperti bantal'

"Maaf ya belum sempat ngalis , jadi masih kaya tuyul"

Terus ? masalahnya kenapa ? kenapa harus minta maaf ke saya yang sebagai salah satu follower nya saya juga tidak perduli amat dengan penampilan yang menurut saya tidak ada masalah apa-apa 
Kalau dia tidak minta maaf dan menyebutkan suatu kondisi yang tidak nyaman itu saya juga sadar perbedaannya . maka semua hal yang sebetulnya ialah bukan kesalahan , jadi tampak lebih jels dan terpampang nyata .

Dari analis saya ada dua kemungkinan permintaan maaf yang sudah di sampaikan pertama adalah kemungkinan yang suuzan . sebetulnya ini adalah cara untuk pamer bahwa memang sempurna . pasalnya segala hal yang dia bilang adalah kekurangan , justru itu menjadi life goals bagi orang lain . jadi ini lah cara pamer terselubung . sebuah usaha yang sok-sok an merendah untuk meninggi . atau biasa nya disebut dengan humblebrag , iya ghumble tapi brag .

Bisa-bisa nya seseorang mengeluh kalau dia sudah gendutan dan harus diet , padahal nyata nya bandan dia masih langsing aduhay , atau bilang kalau muka nya iteman setelah liburan atau perawatan . padahal kulit nya masih terlihat cerah mempesona . lantas , pertanyaan selanjutnya yang semakin tidak masuk akal . ia meminta maaf atas badan nya yang kegendutan dan kulit muka nya yang iteman , untuk semua follower mohon maaf nih , loh buat aoa ? itu kan cuman pamer kalau kondisi jelek nya masih memukau ?

Tak sadarkan wahai kisanak ? segala permintaan maaf tersebut justru menyakitkan untuk sebagian orang ? yang menurut kita kelemahan bisa menjadi harapan bagi orang lain . ketika kita mempermasalahkan harapan orang lain , bukan kah itu diam-diam terasa menyebalkan ?

Kedua , ini adalah kemungkinan yang lebih husnuzan yakni menjadi cara pencegahan supaya dirinya tidak di bully orang lain , jadi sebelum di bully dia berusaha membully kelemahan dirinya sendiri , ini adalah hal yang baik ada nya tapi yang menjadi aneh kenapa kita harus meminta maaf ? dimana letak kesalahan punya rambut lepek saat pagi hari dan mempunyai pipi yang temben terlihat gede di kamera ? tolong jelaskan di mana letak kesalahan nya .

Kenapa harus repot-repot menjadi perantara tuhan ? untuk meminta maaf atas ciptahan tuhan yang tidak di anggap seideal prodek lainnya .
Sikap ini menjadi tanda atas sulitnya menerima diri kita sendiri , ia meminta maaf ke orang lain atas satu hal yang bukan menjadi kesalahan karena kita sendiri belum menerima kekurangan kita sendiri , ataukah meminta maaf adalah salah satu proses untuk menerima ? tapi kenapa harus ribet minta maaf ke orang lain ? bukan pada diri sendiri ?

Sudahlah , berhentilah meminta maaf dengan segala sesuatu yang terjadi pada diri kita - apalagi kalau hal itu enggak ada hubungan nya sama orang lain dan lagi jelas nya itu bukan kesalahan . berhenti lah meminta maaf jika rambut , muka , badan , dan cara tertawa atau cara berjalan nya tidak seperti orang lain . sesempurna apapun itu kita tetap engga bisa membahagiakan semua orang .

Lagian , buat apa sih meminta maaf untuk sesuatu yang bukan sebuah kesalahan kita , terlalu sering meminta maaf malah menjadikan kata maaf yang tak berarti apa-apa , besok tolong minta nya itu di upgrade jangan lah meminta maaf mulu , minta saham kek , atau meminta restu yang sudah jelas lebih menguntungkan .



No comments:

Post a Comment