SETELAH BIKIN PUISI BERKALI-KALI, FADLI ZON AKHIRNYA LUNCURKAN BUKU ANTOLOGI PUISI “ADA GENDERUWO DI ISTANA”
Prediksi banyak orang tentang fadli zon yang di perkirakan akan meluncurkan buku antologi puisi ternyata benar-benar kejadian juga . setelah sempat berkali-kali membikin puisi-puisi yang isinya berupa perlawanan dan kritik terhadap pemerintah akhirnya membukukan puisi-puisinya .
Buku antologi puisi fadli zon tersebut ia beri tajuk "ada genderuwo di istana" yang merujuk pada salah satu judul puisinya yang dulu sempat heboh pada pertengahan bulan november tahun lalu . acara puisi tersebut di gelar di ajazeerah polonia , jakarta timur pada senin 8 april 2019 lalu .
"Dihimpunlah didalam sebuah antologi yang di luncurkan sekarang , yaitu di ambil dari salah satu judul "ada genderuwo di istana" . karena kebetulan kita ingin mengusir "genderuwo di istana" . ada beberapa tokoh yang hadir dalam acara peluncuran buku antologi puisi fadli , antara lain wakil ketua DPR fahri hamzah , wakil ketua BPN neno warisman , juga koordinator juru bicara BPN dahnil anzar simanjuntak .
hadir pula sejumlah musisi dan budayawan di antaranya sang alang tio pakusadewo , ridwan saidi seperti yang di ketahui , wakil ketua umum partai gerindra yang juga anggota dewan pengarah badan pemenangan nasional (BPN) prabowo subianto-sandiada uno ini memang sejak lama rajin membikin puisi .
Akhir oktober 2018 lalu misalnya fadli merespon dan menyindir pernyataan jokowi dalam salah satu pidatonya yang menyebut "politisi sontoloyo" melalui sebuah puisi berjudul sontoloyo kemudian pada pertebngahan november fadli kembali membikin puisi berjudul "ada genderuwo di istana" yang memang menyindir pertanyaan jokowi .
Yang paling baru dan cukup bikin heboh , fadli menulis sebuah puisi yang kembali membikin gempar , puisi tersebut berjudul "doa yang di tukar" . fadli tidak menyebutkan secara rinci puisi tersebut untuk merespons apa , namun banyak dugaan bahwa puisi tersebut di buat untuk menanggapi peristiwa saat kiai maimoen zubaer salah mengucapkan nama jokowi menjadi prabowo dan kemudian direvisi dalam sebuah doa .
Puisi-puisi tersebutlah yang kemudian dikumpulkan dan di bukukan oleh fadli zon . Menurut fadli peluncuran buku puisinya itu merupakan bagian dari usaha untuk mendinamiskan dunia politik melalui jalur budaya agar politik tidak melulu berisi hal-hal yang kaku dan monotan .
Saya kira itu satu gagasan ke depan supaya tidak monotan politik , mantap kalau sudah begini , tinggal menunggu waktu bagi fadli zon bakal mengubah namanya menjadi fadli pinurbo atau safadli djoko damono .

No comments:
Post a Comment