Wednesday, August 1, 2018

Kebakaran Hutan Yang Mengintai Dunia

Kebakaran Hutan Yang Mengintai Dunia 


Sejak 22 juli 2018, si jago merah melahap hutan-hutan pinus di daerah pegunungan di sebelah barat ibukota Athena, Yunani. Enam pesawat penjatuh air dan tiga helikopter  telah dikerahkan pada selasa (31/7) , bersama dengan 40 mobil pemadam kebakaran dan 80 petugas pemadam. Suhu udara Yunani memanas hingga 50 derajat celcius akibat api yang meluas.

Otoratis yunani meyakini korban tewas menyentuh angka 85 orang . dilansir dari ABC News, pada sabtu (28/7) , departemen pemadam kebakaran ynunai menyebutkan bahwa 60 mayat korbantelah berhasil diindentifikasi.

Pencarian korban berskala besar di fokuskan di sepanjang garis pantai. tidak banyak yang sampai berenang menjauhi daratan. kapal-kapal patroli penjaga pantai, helikopter, hingga angkatan laut yunani menjejali teluk euboea selatan.

Daerah yang terkena dampak kebakaran paling parah pada selasa (30/7) kemarin, meski  di kelilingi hutan yang berisiko tinggi kebakaran hutan , juru bicara pemerintahan dimitris tzanakopoulos memaparkan, ada lebih dari 3.400 rumah rusak dan lebih dari 900 bangunan menjadi tak layak huni.dalam waktu 90 menit api bisa merembet sejauh 6 kilometer.

Pemerintah yunani pun meminta ahli di negara-negara uni eropa untuk menangani bencana kebakaran dan menerima bantuan darurat dari uni eropa, bencana kebakaran hutan kali ini sekaligus mengundang kritik terkait kesiapan dan pencegahan dini 

Tak Hanya Yunani 

Kebakaran hutan kompak menyerang beberapa negara di dunia. situasi kebakaran mulai sedikit mereda dari awalnya 40-80 titik kebakaran di seluruh swedia menjadi 12 titik saja. kebakaran besar yang melahap 18.000 hektare di tiga kota gavleborg , dalarna , dan jamtland di padamkan dengan pengerahan banyak tenaga pesawat.

Sejumlah warga swedia bahkan tidak menyangka kasus kebakaran hutan seperti ini bisa melanda daerahnya. pada malam 16 juli 2018, sebagaimana dilaporkan menurut radio latvia, si jago melahap 1.100 hektar lahan gambut di latvia.




No comments:

Post a Comment